Tim Dosen Teknik Kimia PSDKU Polsri Siak Gelar “Sekolah Peduli Pangan Sehat”
SIAK - Tim dosen Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Kabupaten Siak, Jurusan Teknik Kimia, menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Sekolah Peduli Pangan Sehat: Edukasi Makanan Sehat dan Bahaya Zat Aditif pada Makanan dan Minuman Bagi Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Siak.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 tersebut berlangsung di Laboratorium Teknik Kimia PSDKU Politeknik Negeri Sriwijaya Kabupaten Siak bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Siak melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dari 15 sekolah dasar negeri dan swasta di Kecamatan Siak, di antaranya SD Negeri 01 Suak Lanjut, SD Negeri 02 Kampung Dalam, SD Negeri 03 Kampung Rempak, SD Sains Tahfizh Islamic Center, serta sejumlah sekolah dasar lainnya.
Tim PkM dipimpin oleh Abdul Rohman Wali, M.Si sebagai ketua, dengan anggota Edi Kurniawan, M.Pd., Sri Murda Niati, M.T., Sebrian Yusbani, M.Sc., Sri Ayu Wulandari, dan Suci Asy Suara.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Syamsul Bahri Siregar, S.IP, bersama Ketua Tim Pelaksana PkM, Abdul Rohman Wali, M.Si.
Dalam sambutannya, Abdul Rohman Wali menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi keamanan pangan di lingkungan sekolah dasar.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi guru sekolah dasar, untuk memberikan edukasi mengenai makanan dan minuman sehat serta mengenali zat aditif yang berbahaya. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh para guru tidak berhenti pada kegiatan pelatihan ini, tetapi dapat diteruskan kepada seluruh siswa di sekolah masing-masing,” ujar Abdul Rohman Wali yang juga merupakan Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Riau.

Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Selain berperan sebagai pendidik, guru juga dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk kebiasaan siswa untuk memilih makanan dan minuman yang aman dan sehat.
Bekali Guru dengan Pengetahuan dan Praktik Pengujian Zat Aditif. Pelatihan dirancang tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui kegiatan praktik agar peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengenali potensi zat berbahaya pada pangan jajanan.
Sejumlah materi yang diberikan meliputi edukasi makanan sehat, pengenalan dan bahaya zat aditif pada makanan dan minuman, cara membaca label pangan, serta praktikum sederhana pengujian zat aditif pada makanan.
Melalui kegiatan praktikum, peserta diperkenalkan pada cara sederhana untuk mengidentifikasi indikasi keberadaan zat tertentu yang berpotensi membahayakan kesehatan apabila digunakan secara tidak semestinya pada pangan.
Pendekatan praktik tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memberikan edukasi keamanan pangan kepada siswa dengan metode yang lebih menarik, kontekstual, dan mudah dipahami.
Diawali Pretest, Diakhiri Posttest dan Refleksi Pelatihan
Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, kegiatan diawali dengan pretest sebelum materi diberikan. Setelah mengikuti rangkaian materi dan praktikum, peserta kembali mengikuti posttest yang dilanjutkan dengan sesi refleksi dan evaluasi kegiatan pelatihan.
Hasil evaluasi menunjukkan respons yang sangat positif dari seluruh peserta. Para guru mengaku senang mengikuti kegiatan dan memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pemilihan makanan sehat serta bahaya penggunaan zat aditif pada makanan dan minuman.
Salah seorang peserta, Rahmat Hidayat, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilai memberikan pengetahuan baru dan bermanfaat bagi guru.
“Saya senang dan bangga bisa mengikuti pelatihan ini. Materinya sangat bermanfaat, terutama bagi kami sebagai guru karena pengetahuan tentang makanan sehat dan zat aditif ini nantinya bisa kami sampaikan kembali kepada siswa di sekolah,” ungkap Rahmat.
Dorong Terwujudnya Sekolah Peduli Pangan Sehat. Kegiatan PkM ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam membangun budaya keamanan pangan di lingkungan sekolah dasar di Kecamatan Siak.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Siak juga diharapkan dapat memperkuat peran guru dalam melakukan edukasi serta pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa di lingkungan sekolah.
Dengan meningkatnya pengetahuan guru mengenai makanan sehat dan bahaya zat aditif, sekolah diharapkan mampu mendorong siswa agar lebih kritis dalam memilih jajanan, memahami informasi pada label pangan, serta membiasakan pola konsumsi pangan yang aman dan sehat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian poster “Sekolah Peduli Pangan Sehat” kepada peserta sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama tim PkM, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, dan seluruh peserta.
Melalui program tersebut, Tim PkM PSDKU Politeknik Negeri Sriwijaya Kabupaten Siak berharap semangat “Sekolah Peduli Pangan Sehat” dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya sekolah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Editor :Abdul Rozak
Source : PSDKU Polsri Siak